Sssttt...Ternyata Jokowi Tahu Duluan Sebelum Bocornya 'Panama Papers'

JAKARTA, KABARe - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa sebelum bocornya dokumen "Panama Papers", dirinya ternyata sudah mempunyai data nama yang memiliki dan menyimpan dana di luar negeri.

Presiden Joko Widodo.(dok.rmol)
Presiden Joko Widodo (dok.rmol)

"Sebelum Panama Papers saya sudah punya satu bendel nama-nama yang nyimpen di Swiss, nyimpen di Singapura, saya tahu,"ujar Jokowi, di Istana Negaram Jakarta, Jumat (8/4).

Beredarnya dokumen "Panama Papers", sambung Jokowi, telah menunjukkan sudah semakin terbukanya dunia saat ini. "Nanti akan dibuka total, inilah dunia keterbukaan yang mau tidak mau harus kita hadapi. Kita harus mempersiapkan dan memperbaiki diri," ucap Jokowi.

Jokowi lantas menyebutkan, sebagai bangsa besar, Indonesia harus sadar sudah masuk integrasi antarwilayah yang jika satu negara guncang maka Indonesia akan terkena imbasnya.

"Kalau mereka masuk angin, maka kita akan kena imbasnya," ujar Jokowi.

Jokowi menambahkan, Indonesia telah masuk ke Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan sebentar lagi tidak bisa menolak adanya skema serupa di kalangan Uni Eropa, Amerika Serikat, China dan lainnya. "Mau tidak mau kita harus siap, kalau tidak gabung produk kita kena pajak 15-20 persen," tutur Jokowi.

Presiden juga menegaskan bahwa sebentar lagi juga ada keterbukaan di sektor perbankan. "Simpanan siapapun yang ada di bank akan dibuka semua, meskipun keduluan Panama Papers," kata Jokowi.

Sebelumnya, beredar hasil laporan investigasi firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca yang di dalamnya terdapat dokumen berisi data perusahaan bayangan di yurisdiksi bebas pajak (offshore) yang dimanfaatkan untuk menghindari pajak.

Isi dokumen itu mengungkapkan jejaring korupsi dan kejahatan pajak para kepala negara, agen rahasia, pesohor, sampai buronan disembunyikan di negara bebas pajak.

Terdapat ribuan nama perseorangan dan perusahaan di Indonesia yang terindikasi ada di dokumen tersebut.

|berbagai sumber|ty|

Comments