Sandiaga Minta Proses Penghitungan Suara Dihentikan Sementara, Ini Alasannya

JAKARTA, KABARe -- Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menyatakan bahwa dirinya sepakat jika proses penghitungan suara Pemilu 2019 dihentikan sementara. Pasalnya, jumlah korban jiwa terus bertambah dari petugas yang mengawal Pemilu 2019.

Sandiaga Uno+Kabare
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno saat berkampanye beberapa waktu lalu.(dok.Istimewa)
"Ini mungkin sudah jadi bencana ya, dan saya sepakat (dihentikan sementara)," kata Sandiaga di Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (28/4).

Bahkan, lanjut Sandiaga, dirinya menyaksikan secara langsung proses penghitungan suara di GOR Wonokromo, Surabaya, yang sempat dihentikan karena ada petugas yang kelelahan dan harus dilarikan ke rumah sakit.

"Ini mesti dicari (solusinya). Karena apabila diteruskan seperti ini, korban terus berjatuhan, ini seperti killing fields," tambahnya.

Menurut Sandi, jika banyak korban berjatuhan maka ada masalah fundamental yang salah.

"Kalau korban berjatuhan terus, ini ada sesuatu yang fundamentally very wrong. Menurut saya secara fundamental ada yang salah, bukan jujur, adil, dan bermartabat, tapi juga sehat,"

Karena kalau korbannya begini banyak, kalau kita bicara kejadian luar biasa (KLB) saja, korbannya puluhan, misal DBD dan lain-lain. Ini sudah ratusan," kata Sandi.

Sebelumnya, Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menyarankan agar proses penghitungan suara Pemilu 2019 dihentikan sementara karena banyaknya korban jiwa yang berjatuhan. Hal itu disampaikan Hinca melalui cuitan di akun Twitternya @hincapandjaitan pada Sabtu 27 April 2019 kemarin.

Comments