BANDUNG, KABARe - Video amatir menampilkan dua siswi berseragam
sekolah menengah atas (SMA) menghebohkan netizen. Video berdurasi 9
detik itu mempertontonkan siswi yang merokok diduga di dalam kelas.
Video itu kali pertama beredar di YouTube, Rabu 7 April 2016 pada
pukul 12.30 WIB. Ada dua `aktris` dalam video itu, salah satunya terus
berbicara dengan sesekali mengisap rokok. Dia menyebutkan identitas
sekolah: SMA BPI 2, Bandung, Jawa Barat.
"Omat! Edankeun BPI (Ingat, kibarkan BPI)," kata siswi berambut panjang pemegang rokok dari video yang diunggah pemilik akun Angeline Fortune. Lalu, sang teman menimpali, "Jangan lupa budayakan mata merah."
Kepala SMA BPI 2 Iding Sunardi membenarkan dua siswi yang ada dalam video itu merupakan anak didiknya. Kedua siswi yakni RU, 17, jurusan IPS; dan TS, 17, jurusan IPA, Kelas XII.
Kepala SMA BPI 2 Iding Sunardi membenarkan dua siswi yang ada dalam video itu merupakan anak didiknya. Kedua siswi yakni RU, 17, jurusan IPS; dan TS, 17, jurusan IPA, Kelas XII.
"Memang benar, dua siswi di video itu murid saya berbeda kelas.
Mereka sudah kami panggil untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,"
kata Iding Sunardi saat dikonfirmasi Metrotvnews.com di SMA BPI 2, Jalan Burangrang, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/4).
Iding mengatakan, berdasarkan pengakuan dua siswi itu, video
direkam di dalam kelas, pada Juli 2015. Awalnya, mereka hendak membuat
video candaan untuk dikirim ke beberapa teman geng yang sering
berkumpul. Namun, tak disangka, video itu tersebar luas dan dapat
diunduh di dunia maya.
"Mereka juga kaget tiba-tiba ada di YouTube. Mereka kaget
dan takut untuk ke sekolah waktu dipanggil pihak sekolah. Tapi akhirnya
datang ke sekolah bersama orangtua mereka," imbuh dia.
Iding mengatakan, pihak sekolah masih mencari pengunduh video itu.
Kedua siswi curiga video itu diunggah seorang mahasiswa perguruan tinggi
swasta di Kota Bandung, yang tak lain teman mereka.
"Kami belum tahu akan dilanjutkan ke ranah hukum atau tidak pelaku
penyebaran video itu. Karena ini sudah mencemarkan nama baik BPI,"
pungkas dia.
|Sumber berita: metrotvnews.com|

Comments
Post a Comment